Pendapat narasumber :Saya lihat pemerintah tidak menganalisa masalah BBM dengan tepat
dan melakukan solusi yang tepat. Walhasil, rakyat dipaksa berkorban dengan
kenaikan harga2 BBM dan harga2 barang lainnya yang otomatis memiskinkan rakyat
karena daya beli mereka berkurang. Dengan kenaikan harga barang 20% misalnya.
Mereka yang belanja bulanannya Rp 3 juta/bulan, harus mengeluarkan Rp 3,6 juta
/ bulan. Darimana yang Rp 600 ribu/bulan itu? Sementara BLSM sebesar Rp 150
ribu/bulan selama 5 bulan itu tidak ada artinya.Ada lagi spanduk “Selamatkan
Uang Negara”. Ada uang negara yang dikuasai Negara. Uang ini digunakan untuk
gaji Presiden, menteri, pejabat, DPR, PNS, Tentara, Polisi, dsb. Sisanya baru
untuk rakyat. Sedikit sekali yg sampai ke rakyat. Apalagi kalau dikorupsi.
Solusi masalah : Coba kita lihat masalah yang dijadikan alasan Pemerintah untuk
menaikkan harga BBM yaitu Subsidi BBM 80% Tidak Tepat Sasaran Kalau kita lihat data statistik BPS
(1), mobil pribadi itu cuma 9,5 juta. Itu pun mungkin 80% adalah mobil2 tua yg
tak layak jalan. Sisanya adalah truk, bis, dan 68 juta Sepeda Motor. Sepeda
Motor itu kurang nyaman dan aman. Boleh dikata 90% pemakainya adalah orang2
miskin yg tak mampu naik bis/KRL karena ongkos kendaraan umum mahal. Dibanding
jumlah rakyat yg 242 juta jiwa, jelas pemilik mobil pribadi itu kurang dari 5%.
Artinya 95% subsidi itu sudah tepat sasaran.Kalau mau mengambil 5% Subsidi yg
salah sasaran, kenakan saja pajak STNK yg tinggi bagi pemilik kendaraan
pribadi. Misalnya 10% dari harga yg beli. Misalnya dia beli mobil Rp 1 milyar.
Dia harus bayar pajak Rp 100 juta. Artinya itu bisa menutupi 10.000 liter
bensin/tahun atau hampir 300 liter bensin/hari. Padahal orang2 kaya itu paling
cuma memakai bensin 20 liter/hari. Dengan rasio bensin 1:10, itu cukup untuk
perjalanan mobil sejauh 200 km atau sekitar 4 jam di dalam kota. Kalau ada
Direktur yang seharian di mobil, itu namanya Supri.
Sekarang tarif kendaraan umum yang
tidak ber AC Rp 2000 sekali jalan. Rakyat bisa pergi dari rumah ke kantor 3x
ganti kendaran. Artinya mereka keluar uang Rp 12.000/pp atau Rp 360.000/bulan.
Kalau ongkos naik Rp 1000 jadi Rp 3000, mereka harus keluar Rp 480.000/bulan.
Harus mengeluarkan uang Rp 120.000/bulan. Belum dari beras, minyak, susu,
dsb.Jangan sampai pengurangan subsidi menyengsarakan 80% rakyat menengah ke
bawah karena kenaikan harga2 lainnya
Kesimpulannya, 95% Subsidi BBM tepat
sasaran. 5% yang salah sasaran itu dgn menaikkan pajak STNK jadi sebesar 10%
dari harga kendaraan.
Pesan Dari Kelompok : tentu saja solusi tersebut tidak akan
efektif jika rakyat tidak mau peduli,maka dalam hal ini rakyat dan pemerintah
harus saling bahu-membahu dalam mengatasi masalah BBM ini
Statistik Bahan Bakar Minyak
|
||||
Banyaknya Pembeli Pada Tahun 2012
|
||||
Sebelum Premium Naik Harga
|
Sesudah premium Naik Harga
|
|||
Kategori BBM
|
Januari
|
Februari
|
Maret
|
April
|
Premium
|
6,4 Juta
|
8,5 Juta
|
5,6 Juta
|
6 Juta
|
Pertamax
|
2,3 Juta
|
1,5 Juta
|
2,5 Juta
|
2 Juta
|
Pertamax++
|
1,8 Juta
|
1 Juta
|
0,5 Juta
|
1,2 Juta
|
Solar
|
4,5 Juta
|
2,8 Juta
|
3,7 Juta
|
3,9 Juta
|
Tabel Dan
Grafik 

Makalah
Matematika Statistik
Penjualan BBM

1.
Imanuel Caesar
2. Raka nio
3. M.Dhiya
Fakhran
4. Rizky.A.W
5. Surya
Standard Kompetensi :Statistika Dan Peluang
Menggunakan
aturan statistika,kaidah,Pencacahan,Dan sifat-sifat Peluang dalam pemecahan
masalah
Kompetensi Dasar :1.1 Membaca data dalam bentuk table
dan diagram batang, garis,lingkaran,dan ogive
1.2 Menyajikan
data dalam bentuk table dan diagram batang, garis,lingkaran,dan ogive
1.3
Menghitung
ukuran pemusatan,ukuran letak,dan ukuran penyebaran data,serta menafsirkanya
1.4 Menggunakan
aturan perkalian,permutasi,dan kombinasi dalam pemecahan masalah
1.5 Menentukan
ruang sampel suatu percobaan
1.6 Menentukan
peluang suatu kejadian dan menafsirkanya