Jumat, 16 Agustus 2013

makalah matematika


Pendapat narasumber       :Saya lihat pemerintah tidak menganalisa masalah BBM dengan tepat dan melakukan solusi yang tepat. Walhasil, rakyat dipaksa berkorban dengan kenaikan harga2 BBM dan harga2 barang lainnya yang otomatis memiskinkan rakyat karena daya beli mereka berkurang. Dengan kenaikan harga barang 20% misalnya. Mereka yang belanja bulanannya Rp 3 juta/bulan, harus mengeluarkan Rp 3,6 juta / bulan. Darimana yang Rp 600 ribu/bulan itu? Sementara BLSM sebesar Rp 150 ribu/bulan selama 5 bulan itu tidak ada artinya.Ada lagi spanduk “Selamatkan Uang Negara”. Ada uang negara yang dikuasai Negara. Uang ini digunakan untuk gaji Presiden, menteri, pejabat, DPR, PNS, Tentara, Polisi, dsb. Sisanya baru untuk rakyat. Sedikit sekali yg sampai ke rakyat. Apalagi kalau dikorupsi.
Solusi masalah          : Coba kita lihat masalah yang dijadikan alasan Pemerintah untuk menaikkan harga BBM yaitu Subsidi BBM 80% Tidak Tepat Sasaran Kalau kita lihat data statistik BPS (1), mobil pribadi itu cuma 9,5 juta. Itu pun mungkin 80% adalah mobil2 tua yg tak layak jalan. Sisanya adalah truk, bis, dan 68 juta Sepeda Motor. Sepeda Motor itu kurang nyaman dan aman. Boleh dikata 90% pemakainya adalah orang2 miskin yg tak mampu naik bis/KRL karena ongkos kendaraan umum mahal. Dibanding jumlah rakyat yg 242 juta jiwa, jelas pemilik mobil pribadi itu kurang dari 5%. Artinya 95% subsidi itu sudah tepat sasaran.Kalau mau mengambil 5% Subsidi yg salah sasaran, kenakan saja pajak STNK yg tinggi bagi pemilik kendaraan pribadi. Misalnya 10% dari harga yg beli. Misalnya dia beli mobil Rp 1 milyar. Dia harus bayar pajak Rp 100 juta. Artinya itu bisa menutupi 10.000 liter bensin/tahun atau hampir 300 liter bensin/hari. Padahal orang2 kaya itu paling cuma memakai bensin 20 liter/hari. Dengan rasio bensin 1:10, itu cukup untuk perjalanan mobil sejauh 200 km atau sekitar 4 jam di dalam kota. Kalau ada Direktur yang seharian di mobil, itu namanya Supri.

Sekarang tarif kendaraan umum yang tidak ber AC Rp 2000 sekali jalan. Rakyat bisa pergi dari rumah ke kantor 3x ganti kendaran. Artinya mereka keluar uang Rp 12.000/pp atau Rp 360.000/bulan. Kalau ongkos naik Rp 1000 jadi Rp 3000, mereka harus keluar Rp 480.000/bulan. Harus mengeluarkan uang Rp 120.000/bulan. Belum dari beras, minyak, susu, dsb.Jangan sampai pengurangan subsidi menyengsarakan 80% rakyat menengah ke bawah karena kenaikan harga2 lainnya
Kesimpulannya, 95% Subsidi BBM tepat sasaran. 5% yang salah sasaran itu dgn menaikkan pajak STNK jadi sebesar 10% dari harga kendaraan.
Pesan Dari Kelompok         : tentu saja solusi tersebut tidak akan efektif jika rakyat tidak mau peduli,maka dalam hal ini rakyat dan pemerintah harus saling bahu-membahu dalam mengatasi masalah BBM ini










Statistik Bahan Bakar Minyak
Banyaknya Pembeli Pada Tahun 2012

Sebelum Premium Naik Harga
Sesudah premium Naik Harga
Kategori BBM
Januari
Februari
Maret
April
Premium
6,4 Juta
8,5 Juta
5,6 Juta
6 Juta
Pertamax
2,3 Juta
1,5 Juta
2,5 Juta
2 Juta
Pertamax++
1,8 Juta
1 Juta
0,5 Juta
1,2 Juta
Solar
4,5 Juta
2,8 Juta
3,7 Juta
3,9 Juta
Tabel Dan Grafik                   




Makalah Matematika Statistik     
Penjualan BBM
images.jpeg


1.    Imanuel Caesar
2.  Raka nio
3.  M.Dhiya Fakhran
4.  Rizky.A.W
5.  Surya


Standard Kompetensi     :Statistika Dan Peluang
                                                Menggunakan aturan statistika,kaidah,Pencacahan,Dan sifat-sifat Peluang dalam pemecahan masalah
Kompetensi Dasar           :1.1 Membaca data dalam bentuk table dan diagram batang, garis,lingkaran,dan ogive
                                                1.2 Menyajikan data dalam bentuk table dan diagram batang, garis,lingkaran,dan ogive
                                                1.3 Menghitung ukuran pemusatan,ukuran letak,dan ukuran penyebaran data,serta menafsirkanya
                                                1.4 Menggunakan aturan perkalian,permutasi,dan kombinasi dalam pemecahan masalah
                                                1.5 Menentukan ruang sampel suatu percobaan
                                                1.6 Menentukan peluang suatu kejadian dan menafsirkanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar